Muscab PPP Majalengka Kondusif! Uu Ruzhanul Ulum Dorong Fajar Shidik Maju Calon Bupati
0 menit baca
![]() |
| Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, poto Yudhistira |
MAJALENGKA, iNfoJabar1 – Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menilai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X DPC PPP Kabupaten Majalengka berlangsung kondusif dan penuh kekompakan. Penilaian tersebut disampaikannya usai menghadiri agenda konsolidasi partai yang digelar pada Minggu (19/4/2026).
Dalam keterangannya kepada awak media, Uu menyebut Majalengka menjadi salah satu daerah dengan dinamika internal partai paling stabil dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Jawa Barat. Hal ini dinilai menjadi indikator kuat soliditas kader di tingkat daerah.
“Alhamdulillah, saya sudah keliling hampir 10 kabupaten. Majalengka ini aman dan nyaman. Ini tentu berkat pondasi yang dibangun para senior partai, sehingga Muscab tahun ini berjalan kondusif,” ujar Uu.
Menurutnya, kondisi internal yang solid menjadi modal penting bagi PPP untuk meningkatkan perolehan suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan partai dapat diukur dari peningkatan kursi legislatif.
“Kalau raihan suara naik, berarti kepemimpinan di daerah itu berhasil. Partai besar itu bukan dilihat dari usia, tapi dari jumlah anggota legislatifnya,” tegasnya.
Dalam forum Muscab tersebut, Uu juga mendorong munculnya figur kuat dari internal partai untuk maju dalam kontestasi kepala daerah. Ia secara terbuka menyebut Ketua DPC PPP Majalengka, Muh Fajar Shidik, sebagai kandidat potensial.
“Kami dorong Ketua DPC, termasuk Pak Fajar, untuk berani mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Hari ini kami deklarasikan sebagai calon bupati ke depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Uu membantah isu adanya pemecatan kader di tubuh PPP. Ia menegaskan bahwa dinamika yang terjadi merupakan bagian dari penyesuaian organisasi untuk menjaga stabilitas internal.
“Tidak ada pemecatan kader. Yang ada adalah penyesuaian atau reshuffle untuk menjaga kondusivitas dan konsolidasi partai,” jelasnya.
Terkait mekanisme Muscab, Uu menjelaskan adanya perubahan sistem dalam pemilihan kepengurusan. Jika sebelumnya ketua DPC ditentukan berdasarkan suara terbanyak, kini menggunakan mekanisme formatur.
“Formatur diberi waktu satu minggu untuk menyusun kepengurusan, kemudian diverifikasi DPW dan dikomunikasikan dengan DPP. Keputusan akhir tetap ada di DPP,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar memahami kemungkinan adanya perbedaan antara hasil formatur dengan Surat Keputusan (SK) resmi dari DPP, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Ini harus disosialisasikan agar tidak menimbulkan kekecewaan di internal,” tambahnya.
Dengan kondisi internal Majalengka yang dinilai kondusif, Uu optimistis proses penerbitan SK kepengurusan dapat berjalan lebih cepat dan lancar tanpa hambatan berarti.
Sementara itu, dalam Muscab ke-X tersebut, Muh Fajar Shidik kembali terpilih sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Majalengka untuk periode berikutnya, menegaskan kepercayaan kader terhadap kepemimpinannya.
Pewarta: Yudhistira
Media infojabar1
