Iing Misbahuddin Soroti Dilema Galian C di Majalengka: Lingkungan Rusak, Warga Juga Butuh Nafkah
0 menit baca
![]() |
| Anggota DPRD Majalengka Fraksi PKS, Iing Misbahuddin |
Majalengka, iNfojabar1.com - Polemik tambang Galian C di Kabupaten Majalengka dinilai tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan hitam-putih. Di satu sisi, aktivitas tambang tanpa izin berpotensi merusak lingkungan. Namun di sisi lain, banyak masyarakat menggantungkan hidup dari sektor tersebut.
Anggota DPRD Majalengka Fraksi PKS, Iing Misbahuddin, menilai persoalan tambang rakyat perlu dipandang secara lebih komprehensif, bukan sekadar antara ditutup atau dibiarkan beroperasi.
“Persoalan Galian C tidak sesederhana ditutup atau tidak ditutup,” kata Iing.
Menurutnya, persoalan tambang rakyat harus dilihat dari tiga aspek utama sebagaimana teori filsuf hukum asal Jerman, Gustav Radbruch, yakni kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan.
Iing menjelaskan, dari sisi kepastian hukum, aktivitas tambang ilegal memang harus ditindak karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aturan yang berlaku.
Aktivitas tambang tanpa izin disebut dapat memicu kerusakan sungai, pengikisan bukit, hingga meninggalkan lubang-lubang bekas tambang yang membahayakan masyarakat sekitar.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan tersebut. Karena itu, penutupan tambang tanpa solusi dinilai justru bisa memunculkan persoalan sosial baru.
“Penutupan tambang tanpa solusi hanya akan memunculkan persoalan sosial baru,” ujar Iing.
Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya hadir sebagai pihak yang melakukan penertiban, tetapi juga perlu menjadi fasilitator melalui edukasi dan regulasi tambang rakyat yang lebih ramah lingkungan.
“Keadilan ekologis harus menjadi prioritas, namun negara juga wajib memberikan kemanfaatan berupa edukasi maupun legislasi tambang rakyat yang ramah lingkungan,” katanya.
Iing menegaskan, persoalan Galian C di Majalengka pada akhirnya bukan sekadar memilih antara menjaga lingkungan atau mempertahankan sumber penghasilan warga. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah solusi agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus terus-menerus mengorbankan alam.
Pewarta: Eko
Media: iNfojabar1.com
