Dua Anak TKW Majalengka Diduga Jadi Korban Pencabulan, Ibu Minta Keadilan dari Abu Dhabi
0 menit baca
![]() |
| Foto ilustrasi |
Majalengka, infojabar1 - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Palabuan, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, meminta keadilan setelah dua putrinya diduga menjadi korban pencabulan.
Permintaan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di media sosial TikTok pada 10 April 2026.
Video itu diunggah melalui akun kekey6644 dan ditujukan kepada Bupati Majalengka Eman Suherman serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam video tersebut, ibu korban yang saat ini bekerja di Abu Dhabi mengungkapkan kronologi kasus yang menimpa kedua anaknya.
Ia menyebut bahwa kasus dugaan pencabulan tersebut sebenarnya sudah dilaporkan ke Polres Majalengka sejak 29 Januari 2026.
Menurutnya, proses visum terhadap kedua anaknya juga telah dilakukan dan hasilnya sudah keluar.
Namun hingga saat ini, ia mengaku belum melihat adanya penangkapan terhadap terduga pelaku.
Ia menyebutkan bahwa terduga pelaku masih bebas berkeliaran meski laporan telah masuk sejak beberapa bulan lalu.
Kedua korban diketahui masih berusia anak-anak dan berstatus sebagai siswa sekolah dasar.
Salah satu korban duduk di kelas 1, sementara yang lainnya berada di kelas 2 SD.
Selama sang ibu bekerja di luar negeri, kedua anak tersebut tinggal bersama neneknya di rumah.
Sementara itu, ayah korban bekerja sebagai penjual cilok dan setiap hari beraktivitas dari pagi hingga menjelang magrib.
Dalam video tersebut, sang ibu mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa anak-anaknya.
“Saya jauh-jauh berangkat ke Saudi untuk memperjuangkan masa depan anak. Sekarang anaknya dirusak, dihancurkan masa depannya. Saya sebagai ibunya mencari keadilan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya baru sekitar satu tahun bekerja di Abu Dhabi.
Keinginannya untuk segera pulang ke Indonesia terkendala kontrak kerja yang masih berjalan.
Menurutnya, kontrak kerja selama dua tahun membuatnya tidak bisa kembali dalam waktu dekat karena belum mendapat izin dari majikan.
Kondisi tersebut membuatnya hanya bisa menyampaikan permohonan keadilan melalui media sosial.
Ia berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti kasus tersebut secara serius.
Permintaan tersebut juga menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Hingga kini, ia masih menunggu perkembangan penanganan kasus yang menimpa kedua anaknya.
Red.
