Majalengka Tancap Gas Dukung Swasembada Pangan, Bupati Eman: Saatnya Petani Naik Kelas
0 menit baca
Dalam arahannya, Bupati Eman menekankan tiga fokus utama pembangunan yang tengah dijalankan secara intensif, yakni percepatan ketahanan pangan nasional, peningkatan produktivitas sektor pertanian, serta penguatan sistem pengelolaan sampah guna memenuhi target yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional yang menjadi amanat Presiden RI Prabowo Subianto, Pemkab Majalengka menyalurkan berbagai stimulan kepada sektor pertanian. Bantuan tersebut meliputi sarana dan prasarana bagi dua kelompok tani prasejahtera, perluasan lahan tembakau, serta distribusi 150 unit hand sprayer modern.
Langkah tersebut sejalan dengan capaian nasional, di mana Indonesia sejak tahun 2025 berhasil menghentikan impor beras dan mencatat surplus (overload) komoditas pangan hingga 4,1 juta ton.
Bupati Eman Suherman mengapresiasi visi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai mampu membawa perubahan dalam tata kelola sektor agraria melalui pemanfaatan jutaan hektare lahan potensial, termasuk optimalisasi lahan gambut menjadi lahan pertanian produktif.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa perluasan lahan tembakau merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan potensi unggulan daerah dengan dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani, khususnya kelompok tani prasejahtera agar mampu berkembang dan naik kelas.
Selain itu, DKP3 Majalengka juga tengah melakukan pemetaan ulang terhadap lahan tidur dan lahan marginal agar dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi lahan pertanian yang lebih produktif. Menghadapi tantangan perubahan iklim pada tahun 2026, mekanisasi pertanian dan efisiensi penggunaan air menjadi fokus utama untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP).
Kadis DKP3 menegaskan komitmen jajarannya dalam mengawal visi swasembada pangan nasional.
"Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, Majalengka bangga bisa menjadi bagian dari pencapaian sejarah di mana Indonesia mampu menghentikan impor beras dan mencatat surplus hingga 4,1 juta ton sejak tahun lalu. Kami di daerah terus memacu produksi gabah dan komoditas pangan lainnya agar surplus ini tetap terjaga stabil, sekaligus memastikan pasokan pangan lokal aman serta harga di tingkat petani tetap menjanjikan," tegas H. Gatot.
Ia menambahkan, pada panen raya Maret 2026, produktivitas lahan di sejumlah kecamatan seperti Kertajati, Jatitujuh, dan Jatiwangi mencapai angka yang sangat tinggi, yakni antara 10,7 hingga 11,5 ton per hektare. Capaian tersebut turut mendongkrak akumulasi surplus beras di tingkat daerah secara signifikan.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap berbagai program yang dijalankan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional.
