Iing Misbahuddin Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter di Hardiknas 2026

Iing Misbahuddin Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter di Hardiknas 2026
H. Iing Misbahuddin, S.M., S.H., Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka.

Majalengka, infojabar1.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momen reflektif untuk memperkuat kembali arah pembangunan pendidikan di Indonesia. Fokus pendidikan tidak lagi semata pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan integritas generasi muda.

Hal tersebut disampaikan oleh H. Iing Misbahuddin, S.M., S.H., Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka. Ia menilai bahwa pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan nilai moral yang kuat.

Menurut Iing, ukuran keberhasilan seorang siswa tidak bisa hanya dilihat dari angka-angka dalam rapor. Ia menekankan bahwa esensi pendidikan justru tercermin dari karakter, integritas, serta adab yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagi saya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik semata. Yang lebih penting adalah bagaimana siswa memiliki kejujuran, sikap yang baik, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai positif,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa sistem pendidikan yang terlalu menitikberatkan pada capaian akademik tanpa diimbangi pembinaan karakter berisiko melahirkan generasi yang minim nilai kemanusiaan. Karena itu, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan moral harus menjadi perhatian utama.

Lebih lanjut, Iing menjelaskan bahwa indikator keberhasilan pendidikan juga dapat dilihat dari kepedulian sosial siswa, kejujuran dalam bersikap, serta ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam kapasitasnya sebagai bagian dari unsur pemerintahan daerah, ia juga menyoroti pentingnya penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Menurutnya, lingkungan belajar yang aman dan nyaman merupakan faktor penting dalam mendukung proses pendidikan.

Di sisi lain, peran guru dinilai sangat strategis dalam membentuk kepribadian siswa. Tidak hanya sebagai pengajar, guru juga diharapkan menjadi panutan yang mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada peserta didik.

Iing menegaskan bahwa pembangunan fisik sekolah dan pembinaan mental siswa harus berjalan secara beriringan. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas.

Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong kemajuan pendidikan, khususnya di Kabupaten Majalengka. Ia berharap pendidikan tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara kognitif, tetapi juga kuat secara fisik serta memiliki adab dan budi pekerti yang luhur.


Pewarta: Yudhistira
Editor: Andi Setiadi
Media: infojabar1.com
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image