Video Viral Donald Trump, Sosok Mirip Alien, dan Elon Musk Diduga Hoaks, Andi Setiadi Soroti Potensi Pengalihan Isu Global

Video Viral Donald Trump, Sosok Mirip Alien, dan Elon Musk Diduga Hoaks, Andi Setiadi Soroti Potensi Pengalihan Isu Global

BANDUNG, infojabar1.com – Media sosial kembali diramaikan oleh beredarnya sebuah video viral yang menampilkan sosok mirip Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berjalan berdampingan dengan figur yang menyerupai makhluk asing atau alien. Di sisi lain, tampak pula sosok yang disebut warganet mirip dengan pengusaha teknologi Elon Musk.

Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform seperti TikTok, X (Twitter), hingga Facebook, dan memicu beragam spekulasi di kalangan pengguna internet. Sebagian warganet menganggap video itu sebagai bukti keberadaan makhluk luar angkasa, sementara lainnya menilai konten tersebut hanyalah rekayasa digital.

Namun hingga saat ini, tidak terdapat bukti resmi yang mengonfirmasi keaslian video tersebut dari lembaga kredibel seperti pemerintah Amerika Serikat, Pentagon, NASA, maupun lembaga pemeriksa fakta independen.

Sejumlah pengamat digital menyebutkan bahwa video tersebut sangat mungkin merupakan hasil teknologi kecerdasan buatan (AI deepfake) atau manipulasi visual yang dibuat untuk tujuan hiburan maupun disinformasi.


Di tengah ramainya perdebatan publik, Andi Setiadi, Sekretaris Jenderal LPP-GPK Garda Pengawas Kebijakan, memberikan tanggapan terkait fenomena viral tersebut.

Empat Pernyataan Andi Setiadi

1. Diduga kuat merupakan rekayasa digital

Andi Setiadi menegaskan bahwa video tersebut tidak memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun jurnalistik.

“Video yang beredar menampilkan sosok mirip Donald Trump, figur yang menyerupai makhluk asing di bagian tengah, serta sosok lain yang disebut mirip Elon Musk. Namun tidak ada bukti autentik yang menunjukkan kejadian tersebut nyata. Ini sangat kuat mengarah pada rekayasa digital atau hoaks berbasis teknologi AI,” ujarnya.

2. Berpotensi membentuk opini publik yang keliru

Ia menilai bahwa konten seperti ini berpotensi mempengaruhi opini publik global di tengah derasnya arus informasi digital.

“Di era digital saat ini, konten visual dapat dengan mudah dimanipulasi untuk menciptakan narasi tertentu. Hal ini berbahaya karena dapat mengalihkan perhatian publik dari isu-isu global yang lebih penting,” jelasnya.

3. Diduga terkait upaya pengalihan isu geopolitik

Andi juga menyoroti kemungkinan bahwa viralnya konten tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu geopolitik internasional.

“Tidak menutup kemungkinan konten viral seperti ini digunakan untuk mengalihkan fokus masyarakat dunia dari dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang menjadi sorotan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa publik perlu berhati-hati dalam menghubungkan konten viral dengan situasi politik global tanpa data yang valid dan terverifikasi.

4. Imbauan peningkatan literasi digital

Lebih lanjut, Andi mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

“Kita harus meningkatkan literasi digital. Jangan mudah percaya pada video viral yang tidak jelas sumbernya. Verifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan, karena hoaks dapat berdampak luas terhadap stabilitas informasi publik,” tegasnya.

Fenomena Deepfake di Era Digital

Pakar teknologi informasi menilai bahwa kemunculan video seperti ini merupakan bagian dari meningkatnya penggunaan teknologi AI generatif dalam produksi konten visual.

Teknologi deepfake memungkinkan pembuatan video realistis yang sangat sulit dibedakan dari kejadian nyata, termasuk meniru wajah tokoh publik seperti politisi dan pengusaha dunia.

Video yang menampilkan sosok mirip Donald Trump, figur menyerupai alien di tengah, serta sosok yang disebut mirip Elon Musk hingga kini belum memiliki bukti keaslian. Konten tersebut lebih mengarah pada hasil manipulasi digital atau teknologi AI.

Pernyataan Andi Setiadi menegaskan pentingnya kewaspadaan publik terhadap konten viral yang bersifat sensasional serta perlunya verifikasi informasi sebelum dipercaya atau disebarkan di ruang digital.


Editor: Andi Setiadi
Media: infojabar1.com

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image