Sinergi Pusat dan Daerah, Aspirasi Guru Madrasah Majalengka Menguat di DPR RI

Sinergi Pusat dan Daerah, Aspirasi Guru Madrasah Majalengka Menguat di DPR RI
Anggota DPR RI Komisi XII, Ateng Sutisna

Majalengka, Infojabar1.com – Aspirasi para guru madrasah di Kabupaten Majalengka mendapat perhatian dari legislatif pusat dan daerah. Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Majalengka menggelar kegiatan serap aspirasi bersama Anggota DPR RI Komisi XII, Ateng Sutisna, guna membahas berbagai persoalan pendidikan keagamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus FKDT, tokoh pendidikan Islam, serta unsur Fraksi PKS DPRD Majalengka. Pertemuan berlangsung sebagai ruang dialog antara para guru madrasah dengan wakil rakyat terkait kebutuhan dan tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan keagamaan di daerah.

Dalam forum itu, para guru menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian utama. Di antaranya penguatan regulasi madrasah, kebutuhan pengadaan buku akibat perubahan kurikulum, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik madrasah.

Ateng Sutisna hadir langsung mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi dari para guru madrasah. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan berbasis keagamaan yang memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri pimpinan Fraksi PKS DPRD Majalengka, yakni Dhora Darojatun dan Nono Suharno. Keduanya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperjuangkan kebutuhan madrasah.

Penguatan regulasi menjadi salah satu poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Para peserta berharap adanya payung hukum yang lebih kuat melalui Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup), sehingga keberadaan madrasah memperoleh kepastian dukungan dari pemerintah daerah.

Selain regulasi, perubahan kurikulum yang berdampak pada kebutuhan buku pelajaran juga menjadi sorotan. Para guru mengaku membutuhkan solusi konkret agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal tanpa terkendala keterbatasan sarana pendidikan.

Isu pemberdayaan ekonomi guru madrasah turut menjadi pembahasan penting. Para pendidik berharap adanya program pemberdayaan dan dukungan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan.

Dalam dialog tersebut, peserta juga menegaskan bahwa madrasah bukan sekadar lembaga pendidikan tambahan. Madrasah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman.

“Madrasah bukan sekadar tambahan, tetapi pondasi karakter generasi masa depan,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam kegiatan serap aspirasi tersebut.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para guru berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum dialog semata, tetapi dapat diwujudkan melalui kebijakan nyata yang berpihak kepada pendidikan keagamaan.

FKDT Majalengka berharap pertemuan ini menjadi langkah awal lahirnya kebijakan yang lebih mendukung para pendidik madrasah. Dukungan regulasi serta perhatian terhadap kesejahteraan guru dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di daerah.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan keagamaan, para guru madrasah optimistis masa depan pendidikan karakter di Kabupaten Majalengka akan semakin kuat dan berkembang secara berkelanjutan.


Pewarta: Yudhistira
Editor: Infojabar1.com
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image