Stok Pupuk Subsidi Majalengka Aman untuk MT II 2026, Petani Diminta Percepat Tanam
0 menit baca
Majalengka, infojabar1 - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk musim tanam (MT) II tahun 2026 dalam kondisi aman.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, pada Rabu (22/4/2026).
Ia menyebutkan bahwa stok pupuk subsidi telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam berlangsung.
Adapun alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Majalengka tahun 2026 terdiri dari beberapa jenis.
Untuk pupuk Urea, jumlah yang disiapkan mencapai 36.400.000 kilogram.
Sementara pupuk NPK dialokasikan sebanyak 28.514.000 kilogram.
Selain itu, pupuk organik tersedia sebanyak 56.000 kilogram.
Sedangkan pupuk ZA disiapkan sebanyak 354.000 kilogram.
Gatot juga mengimbau para petani agar segera mempercepat proses tanam untuk MT II.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang.
Pasalnya, berdasarkan prediksi dari BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama.
“Sebagai upaya untuk mencukupi kebutuhan air, kami bersama BBWS juga telah koordinasi untuk mengantisipasinya, kemudian Bapak Bupati juga menyalurkan bantuan kementan berupa pompa air kepada kelompok tani,” ujar Gatot.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan tim kerja penyuluh pertanian di Majalengka.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk memberikan pendampingan dan arahan kepada petani selama musim tanam berlangsung.
Dengan pendampingan tersebut, diharapkan produktivitas pertanian tetap terjaga meski menghadapi tantangan cuaca.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tanjung Wiru, Wartam, mengaku ketersediaan pupuk subsidi di wilayahnya masih mencukupi.
Ia menyebut kondisi tersebut dirasakan oleh para petani di Desa Mekarmulya, Kecamatan Kertajati.
“Alhamdulillah, untuk pupuk subsidi masih aman. Di Desa Mekarmulya sendiri ada dua toko tani yang melayani kebutuhan petani,” ungkapnya.
Meski stok pupuk aman, ia menyoroti kebutuhan lain yang kini menjadi perhatian petani.
Menurutnya, menjelang MT II, petani membutuhkan mesin pantek untuk menjaga pasokan air.
Hal tersebut dinilai penting terutama dalam menghadapi potensi musim kemarau yang lebih panjang.
Diketahui, luas lahan persawahan di Desa Mekarmulya mencapai sekitar 175 hektare.
Selain itu, terdapat juga kawasan lahan milik Perum Perhutani seluas kurang lebih 1.000 hektare yang dimanfaatkan masyarakat.
Saat ini, warga Desa Mekarmulya terus menjalin kerja sama dengan Perum Perhutani.
Sinergi tersebut dilakukan dalam pengelolaan dan penggarapan lahan.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Pewarta: Yudhistira
Media infojabar1

