Pemkab Majalengka Alokasikan Rp143 Miliar untuk Perbaiki 284 Titik Jalan dan Jembatan di 2026
0 menit baca
![]() |
| Pemkab Majalengka Alokasikan Rp143 Miliar untuk Perbaiki 284 Titik Jalan dan Jembatan di 2026 |
MAJALENGKA, iNet99.id – Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya dalam menuntaskan permasalahan infrastruktur jalan secara bertahap pada tahun anggaran 2026.
Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Pemkab Majalengka telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp143 miliar untuk memperbaiki 284 titik jalan dan jembatan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan bahwa pelaksanaan perbaikan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi anggaran yang tersedia, sehingga tidak dapat diselesaikan secara sekaligus.
“Ada sekitar 284 titik jalan dan jembatan yang akan diperbaiki selama tahun ini. Prosesnya bertahap, targetnya sampai akhir tahun,” ujar Eman, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sektor infrastruktur tetap menjadi prioritas utama, khususnya pada ruas jalan yang mengalami kerusakan dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
“Di tengah efisiensi, kami tetap memprioritaskan pembangunan yang paling dibutuhkan masyarakat. Saya sebagai bupati tentu ingin kondisi jalan di Majalengka semakin baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa keterbatasan anggaran serta tahapan administratif menjadi alasan utama pelaksanaan dilakukan secara bertahap. Meski demikian, titik-titik yang dinilai krusial tetap menjadi prioritas penanganan.
Beberapa ruas jalan yang menjadi sorotan masyarakat dan masuk dalam daftar prioritas antara lain ruas Babajurang Jatitujuh, Majalengka–Dawuan, Balida–Panongan, Ranji–Sukaraja Kulon, Sangiang Banjaran, Campaga–Talaga–Sukamantri, serta wilayah Bantarujeg.
Selain itu, terdapat peningkatan pada jalur Tonjong–Jatiwangi yang didukung dana provinsi sebesar Rp12 miliar serta dana pendamping dari Kabupaten sebesar Rp3 miliar.
Menanggapi berbagai keluhan masyarakat di media sosial terkait kondisi jalan rusak, Bupati meminta warga untuk bersabar karena proses perbaikan harus melalui tahapan administratif dan penganggaran yang ketat.
"Uang itu bukan uang bapak kita, harus ada tahapan. Apalagi dengan pola kompetisi (Minicom) tahun 2026 ini yang sangat ketat. Sekali lelang saja hanya dibatasi lima poin, tidak boleh lebih," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi negatif, karena pemerintah terus berupaya mencari dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi demi kemajuan Majalengka.
Sementara itu, sejumlah warga menyambut positif rencana perbaikan tersebut. Asep (45), warga Sukaraja, berharap perbaikan dapat segera direalisasikan sesuai target.
“Kalau bisa jangan lama-lama, soalnya jalan rusak ini sudah cukup mengganggu aktivitas, apalagi buat yang kerja tiap hari,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Siti (38), yang berharap kualitas pengerjaan jalan diperhatikan agar tidak cepat rusak kembali.
“Kami senang ada perbaikan, tapi harapannya kualitasnya bagus, jadi tidak bolak-balik rusak,” katanya.
Dengan adanya program ini, Pemkab Majalengka diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pewarta •Yudhistira
Media infojabar1
