22 Siswa SMP di Indramayu Diduga Jadi Korban Pelecehan, Satu Guru Ditangkap, Satu Buron
0 menit baca
Indramayu, infojabar1.com - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur menggemparkan warga Kabupaten Indramayu.
Sebanyak 22 siswa SMP di wilayah Kecamatan Anjatan diduga menjadi korban.
Peristiwa ini melibatkan dua oknum guru ekstrakurikuler bela diri yang kini tengah diproses hukum.
Jumlah korban terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 3 siswi perempuan.
Kasus ini mencuat ke publik setelah viral di media sosial dan memicu kecaman luas.
Dugaan pelecehan disebut terjadi dalam berbagai kesempatan di lingkungan sekolah.
Akibat kejadian tersebut, para korban dilaporkan mengalami trauma.
Mereka disebut membutuhkan pendampingan serius untuk pemulihan kondisi mental.
Kapolres Indramayu, Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasat Reskrim Muchammad Arwin Bachar membenarkan kasus tersebut.
Polisi menyatakan penanganan perkara dilakukan secara serius.
“Satu orang terduga pelaku sudah berhasil diamankan, sementara satu lainnya telah ditetapkan sebagai DPO dan masih dalam pengejaran,” ujarnya.
Pelaku yang buron dilaporkan melarikan diri setelah kasus ini viral.
Aparat kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku tersebut.
Proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus ini.(Red)